CIREBON, GM – PT Cirebon Power kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat pesisir melalui program pemberdayaan nelayan di Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Kegiatan sosialisasi pemanfaatan coolbox bagi nelayan tersebut berlangsung di Bangsal Nelayan Desa Citemu, Kamis (3/9/2026).
Program ini menjadi bagian dari dukungan Cirebon Power terhadap peningkatan kualitas hasil tangkapan nelayan. Selain membantu menjaga hasil laut tetap segar selama melaut, keberadaan coolbox diharapkan dapat mendukung para nelayan dalam meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapannya.
“Bantuan ini diharapkan benar-benar memberikan manfaat dan membuat nelayan semakin maju,” ujar Kuwu Desa Citemu, Herintiano
Dalam program tersebut, sebanyak 80 unit coolbox diagendakan untuk dipinjamkan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan. Bantuan tersebut melengkapi program sebelumnya berupa cold storage iCPACK yang telah ditempatkan di Desa Citemu.
Kuwu Are sapaan akrab Kuwu Herintiano menyampaikan apresiasi kepada Cirebon Power yang dinilai tidak hanya memberikan bantuan berupa sarana, tetapi juga memperhatikan aspek pelatihan dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut harus mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi nelayan.
“Ini bukan sekadar bantuan, tetapi harus ada manfaat yang bisa dirasakan nelayan,” katanya.
Ia menjelaskan, status coolbox tersebut merupakan pinjaman, bukan untuk diperjualbelikan. Dengan demikian, para penerima diharapkan menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan.
“Karena statusnya pinjaman, jangan diperjualbelikan. Tolong dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Kuwu Are juga berharap jumlah bantuan tersebut dapat ditambah pada tahap berikutnya. Saat ini baru tersedia sekitar 80 unit yang akan diberikan kepada nelayan sebagai bagian dari percontohan program.
“Kami berharap ada pengajuan bantuan berikutnya dan bisa direalisasikan,” harapnya.
Sementara itu, Manager CSR Cirebon Power, Fernando Eka Satria, mengatakan program tersebut bukan kegiatan yang muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, rencana menjadikan Desa Citemu sebagai lokasi percontohan telah dibahas dan dipersiapkan selama sekitar enam bulan.
“Program ini sudah diwacanakan sejak enam bulan lalu. Citemu kami pilih karena lokasinya strategis dan nelayannya kooperatif,” ungkap Fernando.
Desa Citemu dipilih sebagai salah satu lokasi pilot project iCPACK di Indonesia, bersama sejumlah wilayah di Kalimantan, Sulawesi dan Jawa. Menurut Fernando, dukungan pemerintah desa serta kesiapan kelompok nelayan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pelaksanaan program tersebut.
“Tidak salah kami memilih Citemu sebagai pilot project cold storage iCPACK,” ujarnya.
Fernando mengakui, proses penempatan fasilitas tersebut sempat menghadapi dinamika pada Juni lalu. Namun, setelah dilakukan berbagai pembahasan, program tetap diarahkan untuk dilaksanakan di Desa Citemu.
Selain coolbox, fasilitas iCPACK juga diharapkan mampu membantu nelayan mempertahankan kualitas hasil tangkapan. Teknologi tersebut disebut mampu menjaga suhu dingin hingga sekitar 14 jam, sehingga ikan dan hasil laut tetap terjaga selama proses penanganan.
“Ini dipinjamkan kepada nelayan, tetapi harus dijaga. Harapannya bisa benar-benar bermanfaat,” jelas Fernando.
Menurutnya, 80 penerima bantuan yang menjadi tahap awal tersebut diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan program. Efektivitas program ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan para penerima dalam mengelola dan memanfaatkan fasilitas secara optimal.
“80 orang ini menjadi contoh. Ke depan kita lihat bagaimana bantuan ini bisa memberikan hasil maksimal,” katanya.
Setelah bantuan disalurkan, Cirebon Power bersama pihak terkait akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk melihat sejauh mana fasilitas tersebut dimanfaatkan oleh para nelayan.
Dalam pengelolaannya, kelompok nelayan juga akan didorong memiliki kas atau iuran bersama yang dapat digunakan untuk mendukung operasional dan pemeliharaan fasilitas cold storage icpack. Dengan pola tersebut, keberadaan fasilitas diharapkan dapat terus berjalan secara mandiri.
“Karena ini pilot project, kami berharap semua pihak menjaga dan memanfaatkannya dengan baik,” tegas Fernando.
Pola penggunaan iCPACK dilakukan setiap kali nelayan akan melaut. Satu unit coolbox dilengkapi dengan delapan buah iCPACK yang digunakan untuk membantu menjaga kesegaran hasil tangkapan. Dalam waktu sekitar 10 menit, iCPACK mampu membantu mendinginkan dan membekukan ikan hasil tangkapan, dengan daya tahan suhu dingin hingga 14 jam.
“Dengan pola ini, hasil tangkapan nelayan tetap terjaga kesegarannya selama berada di laut,” pungkas Fernando ***






