Cirebon

Masjid Al-Hidayah Dukuh Semar Cirebon Disorot, Warga Minta Pemda Buka Ruang Revitalisasi

2
×

Masjid Al-Hidayah Dukuh Semar Cirebon Disorot, Warga Minta Pemda Buka Ruang Revitalisasi

Share this article
IMG 20260818 WA0067
Foto : Ist/GM

CIREBON, GM – Kondisi Masjid Al-Hidayah di kawasan Dukuh Semar, Kota Cirebon, mendapat sorotan dari masyarakat.

Warga menilai masjid yang berada di belakang kawasan bekas terminal dan berdekatan dengan SD Dukuh Semar tersebut perlu mendapat perhatian lebih, khususnya terkait perawatan dan pemanfaatannya sebagai tempat ibadah.

Salah satu warga, Hera Damayanti mengaku prihatin melihat kondisi lingkungan sekitar masjid. Ia berharap Pemerintah Kota Cirebon dapat memberikan perhatian serta membuka akses bagi masyarakat atau pihak swasta yang ingin membantu melakukan renovasi dan revitalisasi masjid.

“Saya sebagai masyarakat Kota Cirebon sangat prihatin dan sangat memohon bantuan pemerintah daerah, dalam hal ini Pemerintah Kota Cirebon,” ujarnya. Selasa (18/8/2026).

Menurut Hera, berdasarkan informasi yang diterimanya, lahan tempat berdirinya masjid tersebut berkaitan dengan aset pemerintah daerah yang sebelumnya memiliki keterkaitan dengan Dinas Perhubungan Provinsi. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti status kepemilikan maupun proses pengalihan aset tersebut.

Ia juga menyebut Masjid Al-Hidayah memiliki kepengurusan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Informasi mengenai kepengurusan tersebut, kata dia, perlu diklarifikasi lebih lanjut kepada pihak terkait.

Hera menyoroti kondisi lingkungan sekitar masjid yang menurutnya perlu segera ditata. Ia mengaku menemukan sejumlah kemasan bekas alat kontrasepsi di sekitar area masjid.

“Saya sangat prihatin. Ini rumah Allah, tetapi di sekitar masjid saya menemukan banyak kemasan bekas alat kontrasepsi. Tolong pemerintah daerah lebih memperhatikan kondisi ini,” katanya.

Selain persoalan kebersihan lingkungan, Hera juga menyampaikan adanya informasi mengenai dugaan pemanfaatan kawasan masjid untuk aktivitas yang tidak berkaitan dengan kegiatan ibadah. Ia meminta pemerintah daerah melakukan pengecekan dan mengambil langkah yang diperlukan apabila informasi tersebut terbukti.

Baca Juga :  Pemkot Cirebon Kolaborasi Dengan Polres Cirebon Kota, Dukung Stabilitas Harga Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Fitri

Hera menegaskan, masyarakat tidak hanya meminta pemerintah mengandalkan anggaran daerah untuk melakukan perbaikan. Menurutnya, jika terdapat masyarakat atau pihak swasta yang bersedia membiayai renovasi secara mandiri, pemerintah diharapkan memberikan kemudahan dari sisi perizinan dan administrasi.

“Kami sebagai masyarakat memahami kondisi anggaran Pemda. Namun, apabila ada masyarakat yang ingin mengeluarkan sebagian rezekinya untuk merenovasi masjid ini, mohon dipermudah, jangan dipersulit,” tegasnya.

Ia bahkan berharap Masjid Al-Hidayah nantinya dapat direvitalisasi menjadi tempat ibadah yang lebih layak dan, jika memungkinkan, dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata religi di Kota Cirebon.

Sementara itu, Marbot Masjid Al-Hidayah, Rija (36) mengatakan, dirinya telah menjadi marbot di masjid tersebut selama sekitar 13 tahun. Ia mengaku rutin membersihkan masjid, terutama pada pagi hari.

“Saya bersih-bersih semaksimal mungkin setiap pagi. Kalau siang atau sore kembali kotor, saya juga harus mencari nafkah,” kata Rija.

Terkait kondisi fasilitas masjid, Rija menyebut perawatan selama ini dilakukan menyesuaikan dengan kondisi keuangan yang tersedia, termasuk dari kotak amal. Ia mengatakan dirinya terbuka apabila ada pihak yang ingin membantu melakukan renovasi.

“Kalau ada pihak yang mau merenovasi, ya mangga (silakan). Saya mendukung,” ujarnya.

Rija juga membenarkan bahwa Masjid Al-Hidayah memiliki kepengurusan DKM. Menurutnya, DKM tersebut masih aktif dan kegiatan salat Jumat di masjid juga tetap berlangsung.

Ia menjelaskan, aktivitas jamaah di Masjid Al-Hidayah mengalami penurunan setelah terminal yang berada di kawasan tersebut ditutup. Sebelumnya, keberadaan terminal membuat kawasan sekitar lebih ramai sehingga banyak orang yang datang untuk melaksanakan salat di masjid.

“Selama 13 tahun saya di sini, faktor terminal ditutup memang berpengaruh. Kalau terminal masih buka kemungkinan lebih ramai, karena dulu banyak orang terminal yang salat di sini,” jelasnya.

Baca Juga :  Muscab PPP Kota Cirebon Dihadiri Ketua DPW Jawa Barat, Uu: Kader Harus Patuh Keputusan DPP

Meski demikian, Rija menyebut kegiatan ibadah tetap berjalan. Selain salat Jumat yang masih diikuti jamaah, dirinya juga tetap berada di masjid untuk menjaga dan merawat tempat ibadah tersebut.

Kondisi Masjid Al-Hidayah kini menjadi perhatian masyarakat yang berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah, pengurus masjid, dan masyarakat untuk meningkatkan kondisi serta fungsi masjid sebagai tempat ibadah.

Terkait berbagai informasi mengenai status aset, kepengurusan DKM, maupun dugaan aktivitas tertentu di sekitar masjid, diperlukan klarifikasi dari Pemerintah Kota Cirebon dan pihak-pihak terkait agar informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *