Opini

Mengukuhkan Langkah Khidmah di Jalan Ilmu dan Dakwah

19
×

Mengukuhkan Langkah Khidmah di Jalan Ilmu dan Dakwah

Share this article
IMG 20260616 WA0097
Foto : Istimewa/GM

Oleh: Muhamad Islahul Azmi

Pembina dan Guru di KMMI Nurul Hakim Lombok

Suasana haru dan penuh khidmat mewarnai prosesi Wisuda Mahasantri Ma’had Aly Darul Hikmah Lil Fiqhi wad Da’wah Angkatan ke-34 yang diselenggarakan pada Sabtu, 27 Dzulhijjah 1447 H bertepatan dengan 13 Juni 2026 M. Acara tersebut menjadi momentum bersejarah bagi para wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan masa pendidikan serta berhasil menyusun karya tulis ilmiah yang merujuk kepada kutub al-mu’tabarah dan khazanah turats Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Yayasan Nurul Hakim Kediri Lombok Barat, TGH. Muharrar Mahfudz menyampaikan tausiah dan pesan-pesan keilmuan kepada para wisudawan, wali santri, serta seluruh hadirin. Beliau mengawali dengan menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para masyayikh, dosen, dan pembimbing Ma’had Aly yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan ilmunya dalam mendidik para mahasantri hingga mencapai tahap kelulusan.

Menurut beliau, capaian akademik yang diraih para wisudawan pada hari itu merupakan hasil dari proses pendidikan yang panjang dan penuh kesungguhan. Beliau juga menegaskan bahwa keberhasilan para mahasantri tidak dapat dipisahkan dari doa, pengorbanan, serta kesabaran para wali santri yang senantiasa memberikan dukungan selama masa pendidikan.

Dalam tausiahnya, TGH. Muharrar Mahfudz mengutip sebuah ungkapan yang dinisbatkan kepada Imam Asy-Syafi’i, “Aku merasa heran terhadap sebuah keluarga yang tidak memiliki seorang alim di tengah-tengah mereka.” Melalui ungkapan tersebut, beliau mengajak para wisudawan untuk menjadi kader ulama di tengah masyarakat masing-masing, sehingga setiap kampung dan desa memiliki generasi yang mampu membimbing umat dengan ilmu dan hikmah.

Beliau kemudian mengingatkan bahwa perjalanan ilmu tidak berakhir pada hari wisuda. Mengutip hikmah yang dinisbatkan kepada Imam Asy-Syafi’i, beliau menjelaskan bahwa semakin dalam seseorang mempelajari ilmu, semakin besar kesadarannya terhadap luasnya ilmu yang belum diketahuinya. Karena itu, seorang penuntut ilmu tidak boleh merasa cukup dengan capaian yang telah diraih.

Baca Juga :  Fitur Masyarakat Indonesia untuk Peradaban Dunia

“Jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang dimiliki hari ini,” tegas beliau, seraya mengutip firman Allah SWT., “Di atas setiap orang yang berilmu masih ada yang lebih berilmu.” (QS. Yusuf: 76)

Lebih lanjut, beliau mengingatkan para lulusan agar tidak hanya menjadi khatib yang pandai berbicara, tetapi juga menjadi faqih yang memiliki kedalaman ilmu agama. Dalam konteks tersebut, beliau mengutip perkataan Imam Al-Ghazali, “Akan datang suatu zaman, penceramahnya banyak, tetapi sedikit ahli fikihnya.”

Menurut beliau, masyarakat hari ini membutuhkan dai yang tidak hanya mampu menyampaikan ceramah dengan baik, tetapi juga memahami persoalan akidah, ibadah, muamalah, dan berbagai problematika umat berdasarkan landasan ilmu yang kuat.

TGH. Muharrar Mahfudz juga berpesan agar para wisudawan senantiasa memadukan antara belajar, berdoa, menghafal, dan mengamalkan ilmu. Beliau mengingatkan firman Allah SWT. “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (QS. Thaha: 114)

Menjelang akhir tausiahnya, beliau menekankan pentingnya keteladanan dalam dakwah dengan mengutip ungkapan para ulama, “Keteladanan dalam perbuatan lebih utama daripada sekadar ucapan.”

Beliau juga mengingatkan agar para alumni menjauhi sifat malas dengan senantiasa memohon perlindungan kepada Allah melalui doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan.”

Mengakhiri tausiahnya, TGH. Muharrar Mahfudz berharap agar seluruh lulusan Ma’had Aly Darul Hikmah dapat menjadi penerus perjuangan ulama, berdakwah dengan ilmu fikih yang benar, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi teladan dalam ilmu, ibadah, dan akhlak di tengah umat. “Teruslah belajar, teruslah mengabdi, dan jadilah pewaris ilmu para ulama yang membawa rahmat bagi masyarakat,” pesan TGH. Muharrar Mahfudz.

Acara wisuda kemudian ditutup dengan doa bersama dan penuh harapan agar seluruh lulusan memperoleh keberkahan ilmu, kemudahan dalam mengamalkannya, serta kesuksesan dalam mengemban amanah dakwah di tengah masyarakat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *