Jabar

Polisi Masih Memburu Taufik Hidayat, Pria Penyiksa Yuvita Tri Rezeki di Bandung

11
×

Polisi Masih Memburu Taufik Hidayat, Pria Penyiksa Yuvita Tri Rezeki di Bandung

Share this article
IMG 20260622 WA0033
Foto : Istimewa/GM

BANDUNG, GM – Polisi masih memburu seorang pria bernama Taufik Hidayat (TH) berusia 30 tahun yang diduga melakukan penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang gadis bernama Yuvita Tri Rezeki alias YTR (29), di wilayah Bandung, Jawa Barat. Pelaku disebut berhasil melarikan diri saat hendak ditangkap petugas.

Korban diduga mengalami kekerasan dalam jangka panjang hingga tiga tahun sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi kritis. Seluruh badan korban memar, terluka dan bernanah. Bahkan beberapa titik seperti bibir korban terlihat bekas digunting.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, mengatakan pihaknya sudah beberapa kali melakukan upaya penangkapan terhadap TH. Namun, pelaku selalu berhasil kabur melarikan diri.

“Dari hasil pemetaan, tersangka berpindah-pindah. Beberapa kali kami gerebek, tetapi yang bersangkutan masih bisa meloloskan diri,” ujar Kombes Hendra, Senin (22/6/2026).

Polisi menduga pelaku memiliki mobilitas tinggi, memahami medan dan kerap berpindah lokasi untuk menghindari pengejaran aparat kepolisian.

YTR diketahui ditemukan keluarga dalam kondisi kritis di sebuah rumah sakit di Bandung. Penemuan korban berawal dari pesan misterius yang diterima keluarga dari nomor tak dikenal, yang menginformasikan keberadaan sekaligus kondisi korban.

Saat ditemukan, korban mengalami sejumlah luka yang diduga akibat kekerasan dalam waktu lama. Keluarga menyebut korban sempat disekap di beberapa lokasi berbeda di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Berdasarkan keterangan awal, YTR diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan selama kurang lebih tiga tahun oleh kekasihnya sendiri. Selama periode tersebut, korban disebut tidak dapat berhubungan dengan dunia luar secara bebas, karena ditahan dan dibatasi oleh pelaku.

Aparat menegaskan proses penyelidikan masih berjalan dan sebagian informasi belum dapat dipublikasikan ke masyarakat luas dan media demi kepentingan penyidikan.

Baca Juga :  Sosialisasi Program MBG: Memahami Gizi Anak Menuju Indonesia Emas 2045

“Untuk proses penyidikan ini belum bisa kami sampaikan lebih jauh. Ini untuk kepentingan keamanan dan penyidikan,” kata Kombes Hendra.

Polda Jawa Barat memastikan akan terus memburu TH hingga tertangkap dan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasus ini masih dalam pengembangan, sementara kondisi korban terus mendapat perawatan intensif di rumah sakit serta memperoleh dukungan dari berbagai elemen dan masyarakat luas di seluruh Indonesia. (SK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *