CIREBON, GM – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menghadiri Pembukaan Training Raya (LK II dan LKK) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cirebon yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Cirebon, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses kaderisasi organisasi dalam membentuk generasi mahasiswa yang memiliki kapasitas intelektual, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap persoalan sosial dan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa agenda kaderisasi yang digelar HMI merupakan bentuk konsistensi organisasi dalam menjaga keberlanjutan regenerasi kepemimpinan mahasiswa di tingkat wilayah. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak sekadar menjadi rutinitas internal organisasi, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Pemerintah Kota Cirebon memandang kegiatan kaderisasi ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi sebagai instrumen strategis dalam memproduksi sumber daya manusia yang kompeten. Mahasiswa merupakan mitra kritis pemerintah yang memiliki kemampuan intelektual untuk membaca dan membedah persoalan tata kelola pemerintahan maupun kemasyarakatan,” ujarnya.
Ia menilai forum kaderisasi seperti LK II dan LKK harus mampu menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan yang ilmiah, objektif, dan solutif. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi penting dalam mengawal pembangunan daerah melalui pemikiran yang tajam dan keberanian menyampaikan solusi.
Wali Kota juga menyoroti dinamika sosial dan politik yang terus bergerak cepat akibat perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu masif. Dalam kondisi tersebut, kader HMI dituntut memiliki kemampuan beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar perjuangan organisasi.
“Kader HMI harus mampu menjadi adaptor terhadap perubahan zaman. Pemimpin masa depan adalah mereka yang lincah dalam mengambil keputusan, cepat merespons persoalan, tetapi tetap terukur dan berbasis data yang akurat,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tantangan pembangunan di Kota Cirebon ke depan akan semakin kompleks, mulai dari persoalan urbanisasi, pengembangan ekonomi kreatif, hingga penguatan kohesi sosial di tengah masyarakat yang heterogen. Karena itu, ia berharap materi yang diperoleh peserta selama pelatihan tidak berhenti sebagai diskusi semata, tetapi dapat diwujudkan menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Jadilah intelektual yang tidak berjarak dengan realitas sosial. Teori-teori besar yang dipelajari harus mampu diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberi manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Pemerintah Kota Cirebon juga membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk menyampaikan ide, kritik, dan gagasan segar sebagai bagian dari percepatan transformasi pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua HMI Cabang Cirebon, Muh. Akramul Farhan mengatakan bahwa Latihan Kader II merupakan tahapan penting dalam proses penguatan kapasitas kader, baik dari sisi intelektual, kepemimpinan, maupun pemahaman nilai-nilai keorganisasian.
“LK II bukan hanya berbicara soal intelektualitas atau bagaimana ber-HMI semata. Ini adalah proses pembentukan kader agar mampu menjalani setiap tahapan perjuangan di HMI dengan lebih matang. LK II juga bukan akhir dari proses kaderisasi, karena masih ada jenjang berikutnya seperti LK III atau Advanced Training,” ujarnya.
Ia menegaskan, HMI memiliki tanggung jawab moral yang besar di tengah kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang saat ini menghadapi banyak tantangan. Karena itu, kader HMI tidak cukup hanya menjadi pengkritik, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi konkret di tengah masyarakat.
“Kader HMI tidak boleh hanya berhenti pada kritik. Kita harus mampu memberikan solusi nyata kepada pemerintah dan masyarakat dengan cara-cara yang cerdas dan berbeda,” ungkap Farhan.
Melalui Training Raya tersebut, Akramul berharap lahir kader-kader muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan kepemimpinan.
“Tetapi juga kepekaan sosial serta komitmen pengabdian untuk turut membangun Kota Cirebon dan Indonesia ke arah yang lebih baik,” harapnya. (Yus)






