Opini

Analisis Bauran Pemasaran Jasa Pendidikan 7P Dalam Strategi Pemasaran Di MTs Darul Musthofa Repo Atas

14
×

Analisis Bauran Pemasaran Jasa Pendidikan 7P Dalam Strategi Pemasaran Di MTs Darul Musthofa Repo Atas

Share this article
IMG 20260620 WA0042
Khoeriyah Mahasiswi Prodi Manajemen Pendidikan Islam IAI Nurul Hakim Lombok Foto : Istimewa/GM

Oleh: Khoeriyah

Mahasiswi Prodi Manajemen Pendidikan Islam IAI Nurul Hakim Lombok

PENDIDIKAN merupakan jasa yang sangat penting dalam masyarakat, ditengah persaingan ketat antar lembaga pendidikan seperti madrasah dengan sekolah negeri yang dipengaruhi oleh perubahan zaman yang semakin modern membuat pendidikan di Indonesia antar lembaga memiliki persaingan yang sangat ketat (Sholeh, 2023).

Suatu pendekatan sistematis yang digunakan untuk mengenali, memahami, dan memenuhi kebutuhan serta harapan masyarakat terhadap layanan pendidikan termasuk bagian penting dari strategi pemasaran dalam lembaga pendidikan tujuannya untuk meningkatkan daya saing, citra, dan keinginan lembaga (Mahmud MY, Najmul Hayat, Fransisko Chaniago, 2022).

Menurut Kotler Keller (2021) Bauran pemasaran jasa memungkinkan organisasi pendidikan untuk menciptakan value proposition yang kuat melalui koordinasi sistematis dari seluruh elemen pemasaran (Azmi Talitha Gani1, Fellisa Juliana Nur Fajriah2, n.d.).

Konsep bauran pemasaran jasa 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidance) sebagai pendekatan yang strategis dalam pemasaran layanan pendidikan telah terbukti efektif dalam memasarkan layanan pendidikan untuk menciptakan competitive advantage di pasar yang semakin ketat (Resmiatini et al., 2020).

Pada penelitian sebelumnya, Malik & Wardhana (2024) banyak mengkaji bauran pemasaran jasa pendidikan 7P di lembaga madrasah hanya berfokus pada lokasi yang strategis dan ditengah perkotaan, namun sering mengalami penurunan jumlah siswa.

Beda halnya dengan MTs Darul Musthofa yang terletak di Dusun Repo’ Atas, Desa Keru, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Wilayah ini berada di daerah pelosok dan termasuk tempat yang belum banyak penduduknya. Walaupun demikian, MTs Darul Musthofa sudah mampu mengalahkan madrasah yang berada di daerah-daerah strategis dengan strategi pemasaran jasa pendidikan yang sangat efektif

Baca Juga :  Ramadhan dan Keistimewaannya

Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan

Bila ditelisik, MTs Darul Musthofa sukses menggunakan 7P strategi yang digunakan dalam pemasaran jasa pendidikan selama ini. Pertama, Product (Jasa). Strategi yang digunakan adalah mencetak generasi yang beradab dan berakhlak, dengan adanya program tahfiz dan kitab kuning, serta kegiatan ekstrakurikuler seperti PSHT dan pramuka. Hal ini memberikan keunggulan berupa akreditasi A walaupun berada di daerah pelosok.

Kedua, Price (Harga). Strategi yang diterapkan adalah memberikan harga yang terjangkau sehingga tidak memberatkan orang tua siswa, dengan keunggulan berupa tanggungan biaya pendidikan bagi siswa yatim piatu secara penuh sampai lulus.

Ketiga, Place (Lokasi). Strateginya adalah menempatkan madrasah di wilayah yang tidak ramai penduduk, namun tetap bisa dijangkau melalui website resmi madrasah dan media sosial. Keunggulannya adalah madrasah tetap bisa dijangkau walaupun tidak berada di wilayah perkotaan.

Keempat, Promotion (Promosi). Strategi pemasaran yang dilakukan yaitu menggunakan media sosial, media cetak, dan dakwah, sehingga semua stakeholder ikut terlibat dalam memasarkan jasa pendidikan tersebut.

Kelima, People (Orang). Strategi yang digunakan melibatkan alumni, para stakeholder, dan tokoh masyarakat atau orang tua untuk membangun citra madrasah yang baik, dengan keunggulan berupa terjaganya komunikasi yang baik antara pihak madrasah dengan para stakeholder, alumni, serta masyarakat atau orang tua.

Keenam, Proccces (Proses). PPDB berfokus pada dua tahap pengembangan kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an dan memahami fiqih. Keunggulannya adalah penerapan sistem penempatan berbasis kompetensi, di mana santri yang sudah lancar membaca Al-Qur’an dapat langsung melanjutkan ke pembelajaran fiqih tanpa mengulang materi dasar Al-Qur’an.

Ketujuh, Physical Evidence (Bukti fisik). Strateginya adalah menyediakan fasilitas yang lengkap, bersih, aman, dan nyaman, serta guru-guru di MTs Darul Musthofa yang tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai teman yang peduli dan memperhatikan kebutuhan siswa. Hal ini menciptakan keunggulan berupa ikatan emosional yang sangat kuat antara guru dan santri, sehingga membuat siswa merasa sangat nyaman.

Baca Juga :  Sinergi Tarbiyah Sekolah dan Keluarga Dalam Memacu Produktifitas Gen Z

MTs Darul Musthofa pada setiap penerapan bauran pemasaran 7P startegi yang digunakan sangat unik, walau berada di wilayah pelosok. Beda halnya dengan madrasah yang berada di wilayah yang strategis yang hanya mengandalkan fasilitas yang lengkap dan biaya yang tinggi, MTs Darul Musthofa sukses menarik perhatian dari kalangan masyarakat, baik itu dari masyarakat sekitar yaitu melalui dakwah maupun dari online melalui website dan medsos yang melibatkan para stakeholder dan alumni.

Selain dilihat dari proses dakwah, MTs Darul Musthofa memiliki personal branding dalam mencetak generasi yang beradab dan berakhlak sebagai “brosur berjalan”. Pada aspek pembiayaan MTs Darul Musthofa memberikan harga yang relatif murah dan masih bisa dijangkau serta beasiswa full gratis bagi siswa yatim piatu.

Fasilitas yang tersedia di MTs Darul Musthofa lengkap, guru juga tidak hanya berperan seperti pendidik namun juga menjadi teman/orangtua agar siswa merasa nyaman dan aman guna meminimalisir kecemasan dalam belajar, sehingga tujuan pembelajaran tercapai.

Dengan demikian MTs Darul Musthofa menjadi madrasah yang unggul, walaupun berada di wilayah terpencil. Hal ini menjadi gambaran bagi madrasah lain bahwa strategi bauran pemasaran pendidikan yang di susun dengan matang akan menghasilkan produk yang baik.

Jadi, strategi bauran pemasaran jasa pendidikan 7P yang terdiri dari Product, Price, Place, Promotion, People, Procces, dan Physical Evidence di MTs Darul Musthofa telah berhasil diterapkan. Ini adalah bukti bahwa keberhasilan berasal dari strategi yang matang, tanpa perlu memandang dari wilayah yang strategis atau perkotaan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *