JAKARTA, GM – Teori di kelas saja tidak cukup. Sebanyak 30 mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) membuktikannya dengan berkunjung langsung ke TV One, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Kunjungan media ini menjadi bagian dari mata kuliah Talk Show. Para mahasiswa diajak masuk ke studio program Catatan Demokrasi dan menyaksikan dari dekat bagaimana sebuah program televisi diproduksi.
Di dalam studio, mahasiswa tidak hanya menonton. Mereka mempelajari alur produksi talk show secara lengkap. Mulai dari penentuan topik, persiapan materi, pengelolaan narasumber, hingga cara membangun dinamika diskusi di depan kamera.
Catatan Demokrasi dipilih karena dikenal sebagai program diskusi yang mengangkat isu aktual dan persoalan demokrasi. Narasumbernya pun berasal dari berbagai latar belakang keilmuan dan sudut pandang.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa belajar bagaimana isu publik dikonstruksi, dikemas, lalu disampaikan kepada jutaan pemirsa televisi. Mereka juga diajak memahami bahwa media memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang.
Dosen pengampu mata kuliah Talk Show, Dr. Sitti Maesurah, S.I.Kom., M.I.Kom., menyebut kegiatan ini sebagai pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning.
“Pembelajaran komunikasi tidak cukup hanya berhenti pada pemahaman teori di ruang perkuliahan. Mahasiswa perlu melihat dan mengalami secara langsung bagaimana praktik komunikasi berlangsung di industri media,” ujar Sitti.
Menurutnya, memproduksi talk show membutuhkan perencanaan matang, kemampuan mengelola narasumber, keterampilan berkomunikasi, dan kepekaan membaca isu masyarakat.
Ia menegaskan, talk show bukan sekadar hiburan. Program tersebut memiliki dimensi edukasi dan tanggung jawab sosial, yakni membuka ruang diskusi publik agar masyarakat bisa memahami persoalan secara komprehensif.
“Yang perlu dipelajari bukan hanya bagaimana acara diproduksi agar menarik ditonton, tetapi juga bagaimana informasi disampaikan secara bertanggung jawab, bagaimana moderator membangun diskusi berkualitas, dan bagaimana berbagai perspektif dihadirkan secara proporsional,” tegasnya.
Sitti berharap, pengalaman langsung di industri penyiaran ini membuat mahasiswa KPI UINSSC lebih kreatif, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan media.
Kunjungan ini sekaligus mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan realitas dunia kerja, sehingga mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan profesi komunikasi dan media ke depan. ***






