Opini

Menteri Keuangan Purbaya Dicopot!

16
×

Menteri Keuangan Purbaya Dicopot!

Share this article
Purbaya Yudhi Sadewa Mantan Menteri Keuangan RI

Oleh: Syamsudin Kadir

Penulis Buku “Inspirator Muda Indonesia”

RABU, 22 Oktober 2025, empat puluh tujuh pekan silam, saya menulis artikel “Jangan Terhipnotis Sinetron Purba!”. Ulasan itu terpublikasi di akun Facebook saya, Syamsudin Kadir. Lalu menyebar mengetuk hati banyak orang. Ada yang mengangguk, ada yang membantah. Saya hargai semua pendapat. Pro dan kontra adalah napas keragaman dan keterbukaan, bukan musuh. Apalagi kebenaran jarang lahir dari tepuk tangan, ia lahir dari gesekan.

**

Purbaya Yudhi Sadewa (Purba) pernah menjadi anak buah Joko Widodo (Jokowi) dan LBP yang taat. Lama dia jadi anak buah dua orang ini. Jadi tak perlu terkecoh dan berharap banyak untuk perbaikan pada sosok ini. Apa yang terjadi belakangan ini hanyalah sinetron. Aksinya sekadar menghibur sejenak sebelum kelak masyarakat menyesal. Penyesalan itu selalu hadir di akhir.

Heboh di awal itu indikasi adanya desaign media di belakang layar. Bukan sekadar membangun citra, tapi meramaikan suasana. Di samping mengalihkan giat publik untuk lebih kritis pada apa yang seharusnya menjadi tugas dan fungsi Purba. Catatan semacam ini tak selalu disukai, tapi suatu saat akan menyadari bahwa Purba memang pemain sinteron.

Rekam jejak di belakang layar terlalu kuat menempel pada sosok Purba. Tak sedikit proyek era Jokowi yang diolah di dapur belakang. Purba ada di situ. Bukan sekadar pembisik tapi turut berperan. Pemburu berita sudah lama menempel pada sosok ini. Ceplas ceplosnya tak menghilangkan jejaknya sebagai bagian dari otak rezim sebelumnya.

Betul ada satu dua hal yang menarik dari gegap gempita hari-hari belakangan ini. Itu tentu bagian yang layak diapresiasi. Tapi jangan terbius dulu. Dalam banyak kasus, tingkah pejabat semacam itu biasanya menyimpan persoalan serius. Coba telisik siapa yang membisiki Jokowi pada kasus Rp 11.000 T. Lalu, di mana kah sekarang, terbukti kah?

Baca Juga :  Mengenang Kakek Tercinta, Bapak Ngempo

Pejabat lain, begitu gegap gempita mempersoalkan kebijakan tertentu era lalu. Padahal saat itu mendapat tugas khusus untuk mengurusi masalah-masalah pelik. Bahkan mendapat jatah ini itu. Apa ujungnya? Hanya cuci tangan. Bahkan pura-pura tak tahu. Pejabat semacam ini masih satu kolam, bahkan nongkrong di dapur belakang.

Kasus terkini, berkaitan dengan kerugian proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Kalangan media bagian dapur utama kala itu tahu betul siapa yang duduk bareng Jokowi untuk membincang proyek itu. Mereka yang tak sekata dianggap melawan, hingga layak disisihkan. Dan belakangan terbukti, pembisik juga mengambil peran penting bahkan kunci.

Aksi akrobatik pejabat dengan berbagai cara tak perlu dianggap “wah”. Karena mereka para pemain. Mereka paham betul kapan mengobral kata dan kapan menata kembali dapur di belakang layar. Kita pun terbius berkali-kali lalu turut menjadi penopang puji tanpa henti. Padahal mereka yang ditonton sedang bermain sinteron sesuai dengan skenario mereka.

Sekali lagi, catatan semacam ini tak selalu disukai, bahkan dianggap tak punya basis. Itu tak soal. Tapi kita lama menelisik dari jarak dekat soal-soal semacam ini. Bombastis, ramai dan heboh adalah tujuan perantara para pemain. Tujuan utama mereka bukan itu. Tapi kongkalikong untuk berbagai proyek. Di mata kita terlihat legal, padahal bikin mual.

**
Senin, 14 September 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara menjadi Menjadi Menteri Keuangan baru. Purbaya turun, setelah kurang setahun menimbang neraca negara. Istana Negara pukul 15.30 WIB menjadi saksi pergantian. Apakah ini bukti dari renungan saya setahun lalu? Saya tak tahu. Hal yang saya tahu, kursi kekuasaan selalu basah oleh ujian. Dan rakyat hanya bisa berdoa: semoga yang datang membawa berkah, bukan sekadar ganti pemain. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *