Cirebon

UMKM Pesantren Didorong Naik Kelas, Wali Kota Apresiasi Kolaborasi Penguatan Kemandirian Ekonomi Santri

1
×

UMKM Pesantren Didorong Naik Kelas, Wali Kota Apresiasi Kolaborasi Penguatan Kemandirian Ekonomi Santri

Share this article
IMG 20260625 WA0072
Foto : Prokompim Kota Cirebon for GM

CIREBON, GM – Upaya mendorong kemandirian ekonomi pondok pesantren terus diperkuat melalui pengembangan kapasitas pelaku usaha yang ada di lingkungan pesantren. Hal tersebut menjadi semangat dalam kegiatan Upskilling UMKM Pondok Pesantren Jawa Barat yang digelar di Pondok Ilmu Derma Agung (PIDERMA), Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara PT Pertamina EP Zona 7, SKK Migas, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), ISKI, serta berbagai pemangku kepentingan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Cirebon, Effendi Edo.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa pondok pesantren selama ini memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan agama sekaligus pembentukan karakter generasi muda. Namun, di tengah perkembangan zaman, pesantren juga dituntut mampu membangun kemandirian ekonomi agar semakin kuat dan berkelanjutan.

Menurutnya, berbagai unit usaha yang tumbuh di lingkungan pesantren perlu dikelola secara lebih profesional sehingga mampu berkembang dan bersaing di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

“Pesantren selama ini telah menjadi tempat lahirnya generasi yang berakhlak dan berilmu. Kini saatnya kita memperkuatnya dengan fondasi ekonomi yang sehat. Usaha-usaha yang ada di lingkungan pesantren harus mampu berkembang melalui pengelolaan yang profesional, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Wali Kota.

Ia menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina EP Zona 7 bersama SKK Migas yang telah menghadirkan program peningkatan kapasitas bagi pelaku UMKM pesantren di Kota Cirebon. Menurutnya, dipilihnya Pondok Ilmu Derma Agung sebagai lokasi pelaksanaan menjadi sebuah kehormatan sekaligus momentum untuk memperkuat ekosistem ekonomi pesantren di daerah.

Wali Kota menilai materi yang diberikan dalam pelatihan sangat relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM saat ini, mulai dari penyusunan Harga Pokok Penjualan (HPP), strategi pemasaran, hingga pemanfaatan digital marketing untuk memperluas jangkauan pasar.

Baca Juga :  Di Penghujung Akhir Tahun OJK Mengimbau Kepada Masyarakat Agar Waspada Modus Penipuan Keuangan

“Keterampilan seperti menghitung biaya produksi, menyusun strategi pemasaran, hingga memanfaatkan teknologi digital merupakan bekal penting bagi pelaku UMKM pesantren agar mampu meningkatkan daya saing usahanya. Kami berharap seluruh peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan mengembangkan usaha masing-masing,” katanya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan para praktisi bisnis dan akademisi yang memberikan pendampingan kepada peserta. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan lembaga pendidikan dapat bersama-sama membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

“Pemerintah Kota Cirebon siap menjadi mitra yang mendukung tumbuhnya UMKM pesantren. Tugas kami adalah menciptakan iklim usaha yang kondusif sehingga ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan ekonomi pesantren,” tambahnya.

Wali Kota juga mengajak seluruh peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah pelatihan bukan diukur dari banyaknya peserta yang hadir, melainkan dari sejauh mana ilmu tersebut diterapkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Cirebon berharap lahir semakin banyak pelaku UMKM pesantren yang mampu mengembangkan usahanya secara profesional, memanfaatkan teknologi digital, serta menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Sementara itu, Pengurus Pondok Pesantren PIDERMA, Gus Hanif, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren melalui sinergi berbagai pihak.

“Program ini menjadi langkah awal yang baik untuk memperkuat kemandirian pesantren. Kami bersyukur Pondok Ilmu Derma Agung dipercaya menjadi tuan rumah dan dapat berkolaborasi bersama Pertamina, Kemenko PMK, ISKI, serta para pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah di Jawa Barat,” ujarnya.

Ia berharap setiap pondok pesantren ke depan mampu memiliki unit usaha yang produktif sehingga dapat membantu menopang kebutuhan operasional lembaga sekaligus menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan bagi para santri.

Baca Juga :  Perkuat Transportasi Publik, KAI Daop 3 Sediakan Layanan Kereta Api Murah dan Cepat

“Harapan kami bukan hanya menghadirkan pesantren yang unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga mampu melahirkan santri yang memiliki kemampuan berwirausaha, memahami digitalisasi, serta siap mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Gus Hanif.

Menurutnya, potensi usaha yang dimiliki pesantren sangat beragam. Mulai dari produk olahan makanan seperti keripik usus, budidaya ikan air tawar seperti nila, gurami, dan lele, hingga peternakan kambing maupun ayam. Potensi tersebut diyakini dapat berkembang lebih besar apabila didukung dengan peningkatan kapasitas pengelolaan usaha.

“Program seperti ini kami harapkan tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pondok pesantren. Dengan pendampingan yang berkesinambungan, kami optimistis pesantren dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mencetak generasi yang mandiri dan berdaya saing,” pungkasnya. (Yus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *