Jabar

APBN Jawa Barat Surplus Rp17,25 Triliun Hingga Agustus 2026, Ditopang Penerimaan Pajak

10
×

APBN Jawa Barat Surplus Rp17,25 Triliun Hingga Agustus 2026, Ditopang Penerimaan Pajak

Share this article
IMG 20260924 WA0049
Foto : Ist/GM

BANDUNG, GM  – Kinerja APBN di Jawa Barat hingga 31 Agustus 2026 kembali mencatatkan surplus regional sebesar Rp17,25 triliun di tengah kekhawatiran kondisi global yang mempengaruhi kinerja fiskal.

Surplus tersebut terdiri atas total Pendapatan Negara sebesar Rp95,12 triliun atau 50,46 persen dari target, sementara total Belanja Negara sebesar Rp77,88 triliun atau 69 persen dari pagu.

Pendapatan Negara hingga akhir Agustus 2026 tercatat tumbuh 5,17 persen. Pertumbuhan didorong realisasi Penerimaan Perpajakan sebesar Rp89,97 triliun yang tumbuh 5,54 persen (yoy), terdiri dari Penerimaan Pajak Rp70,58 triliun yang tumbuh 7,62 persen.

Kanwil DJP Jawa Barat II hingga Agustus 2026 mengalami pertumbuhan penerimaan 0,56 persen dibanding periode sama tahun lalu. Dari target APBN Rp53,26 triliun, terealisasi Rp29,79 triliun. Kontribusi terbesar dari PPh non Migas Rp12,76 triliun dan PPN Rp17,15 triliun.

Jika dilihat dari sektor ekonominya, sektor yang menyumbang pertumbuhan penerimaan pajak tertinggi secara netto adalah sektor Transportasi dan Penyimpanan tumbuh 1,86 persen, sektor Real Estate 22,54 persen, Aktivitas Profesional 22,38 persen, Perdagangan 20,28 persen, dan Keuangan dan Asuransi 17,83 persen.

Pertumbuhan sektor Keuangan dan Asuransi didorong akselerasi layanan keuangan digital dan penyaluran kredit. Sementara sektor Perdagangan dipengaruhi peningkatan pembayaran PPN Dalam Negeri dan PPh Pasal 21.

Meski demikian, penerimaan pajak terbesar tetap disumbang sektor Industri Pengolahan sebesar Rp33,27 triliun atau berkontribusi 47,25 persen dari total penerimaan pajak di Jawa Barat.

Sementara PNBP hingga Agustus 2026 terealisasi Rp5,16 triliun atau 75,19 persen dari target, namun mengalami kontraksi 0,94 persen (yoy).

Di sisi belanja, hingga 31 Agustus 2026 Belanja Negara terealisasi Rp77,88 triliun atau 69 persen dari pagu Rp112,86 triliun, kontraksi 0,86 persen (yoy) yang didorong kontraksi Transfer ke Daerah 13,36 persen.

Baca Juga :  Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Bekasi Dorong Peningkatan Gizi Anak dan Sinergi Multi-Sektor

Meski begitu, Belanja K/L tetap tumbuh 28,25 persen dengan realisasi Rp30,26 triliun. Pertumbuhan tertinggi pada Belanja Modal yang terealisasi Rp3,67 triliun, tumbuh 101,36 persen.

Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tercatat realisasi Rp47,61 triliun atau 77,01 persen dari pagu, kontraksi 13,36 persen. Dana Desa mencapai Rp1,75 triliun atau 91,40 persen.

Untuk penyaluran KUR sampai Agustus 2026 sebesar Rp26,65 triliun kepada 409,95 ribu debitur dan Kredit Ultra Mikro Rp1,55 triliun untuk 267,97 ribu debitur. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *